Showing posts with label Celoteh. Show all posts
Showing posts with label Celoteh. Show all posts

Pengalaman Belanja di Lazada

Lama tidak posting, kali ini saya akan memposting tentang pengalaman saya berbelanja di lazada.co.id.

Hal ini saya lakukan karena banyak sekali teman teman blogger meposting di blog, media sosial, dan berbagai forum dikusi tentang pengalaman mereka berbelanja di lazada. Ada yang merasa sangat kecewa dengan pelayanan dari Lazada dan ada juga yang sebaliknya merasa terbantu dan senang berbelanja di situs jual belanja online ini.

Singkat cerita, saya mulai memesan barang di lazada, saat itu saat berniat untuk membeli barang berikut:

Navy Club Hiking Backpack 9087 50L - Merah dan
OEM Meja Laptop Portable - Putih
Setelah barang saya pesan, kemudian saya mendapatkan pesan melalui email dan sms di handphone saya yang berisi alamat rekening kemana saya harus membayar.

Saya segera ke ATM dan membayar jumlah tagihan yang diminta. Setelah itu saya melakukan komfirmasi dan menunggu dengan tenang balasan dari Lazada.

Saya kemudian mengecek status order belanjaan saya di Lazada dan ternyata belum ada balasan.
Saya mendapatkan balasan di status order yang mengatakan bahwa pembayaran pesanan saya telah diterima. Dan semenit kemudian dikatakan bahwa pesanan saya telah dalam proses pengiriman.

Setelah menunggu selama tiga sejak saya memesan barulah saya dikirimkan melalui email no. resi pengiriman JNE barang yang saya pesan. Perasaan saat ini sedikit legah, mengingat banyaknya orang yang komplain tentang pelayanan di JNE.

Singkat cerita, membutuhkan waktu seminggu kedua barang saya sampai, saya senang namun kecewa dikarenakan barang yang saya pesan berbeda dengan barang yang saya terima (tas)

Serupa tapi tak sama, tas yang saya pesan tidak sama dengan yang ada di gambar, saya berniat mengembalikan barang saya, namun niat saya urungkang dikarenakan saya membaca postingan orang lain yang telah berbelanja di lazada dengan kasus yang hampir sama, namun tidak mendapat respon baik dari lazada, untuk itu saya iklas menerima pesanan saya, namun sebagai orang yang senang berbelanja online, untuk selanjutnya mungkin saya tidak ingin lagi berbelanja di lazada, toh online shop yang lain masih banyak.

Demikian pengalaman saya bagikan untuk para pembaca sekalian mudah mudahan dapat menjadi referensi ketika ingin berbelanja online.

Terima kasih sudah berkunjung di Bassicor.blogspot.com

Malam Minggu di Sinjai yang Mungkin Takkan terlupakan

Malam minggu atau malam Ahad akhir pekan atau akhir minggu, terserah mau disebutnya bagaimana. Jelasnya ini terjadi pada hari sabtu tanggal 7 April 2013. Bisa berada di Sinjai karena ada panggilan mendadak untuk membawakan materi pelatihan blog di Sinjai.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam suatu rangkaian acara yang diadakan oleh MIB cabang Sinjai. Saya dan teman-teman beserta sopir yang tidak saya kenal berangkat pada hari Jum'at jam 2 malam. Start mulai dari Golden cafe Maros. Sempat istrahat makan jagung dan bercerita lepas sampai jam 4 subuh perjalanan kembali dilanjutkan.

Dalam perjalanan cukup seru dan singkat karena di atas mobil saya tidur dan yang tampak hanyalah gelap. Singkat cerita sampailah kami di Sinjai pada jam 7 pagi. Kami langsung diarahkan ke Wisma Lise di Sinjai untuk beristirahat menanti waktu materi pelatihan blog tiba.

Sesampainya di sana acara workshop pun di mulai, dan saya baru tahu ternyata pelatihan blognya dimulai besok pada hari ahad. Dengan keadaan yang dirundung rasa ngantuk terpaksa saya mengikuti kegiatan ini dalam dua keadaan, sadar dan tidak sadar.

Malamnya tepatnya malam minggu. Saatnya jalan jalan di sebuah warkop yang ada fasilitas wifinya. Kami mengarah ke cafe Massedi, namun warkopnya cepat sekali tutup. Akhrinya kami mengarah ke kafe lain yang bernama Sulapa Appa. Di kafe inilah kami hanyut dalam indahnya berselancar di dunia maya.

Tepat jam 2 mengarungi dunia maya kami memutuskan untuk kembali ke wisma, dan diluar dugaan... ternyata wismanya sudah tutup... akhirnya kami kembali ke kafe sulapa appa... ada yang melanjutkan tidurnya dengan beralaskan kardus tepat di depan rukonya orang dan ada juga yang tidur di atas meja. Saya memutuskan untuk kembali Online sekaligus menjaga barang.

Malam minggu di Sinjai seperti ini yang mungkin takkan terlupakan... begadang biasa kulakukan tapi di rumah atau di daerah sekitar Maros.. malam ini terpaksa nginap di kampungnya orang dan tidak tahu mau kemana.. sempat ingin mencari masjid namun terlanjur malas berputar dalam ketidakpastian lokasi tepatnya. Yang terlihat hanya polres Sinjai.. sempat terpikir untuk ke kantor polisi saja menyerahkan diri dengan alasan tidak mengikuti aturan Wisma yang hanya memperbolehkan keluar hingga jam 11 malam... tapi rasanya tidak mungkin jadi dengan terpaksa kami terkatung-katung di depan menunggu pagi datang yang ternyata dirundung hujan.

Bagaimanapun keadaannya, inilah salah satu pengalaman hidup saya yang dapat saya rekam dalam blog ini, hingga pada saatnya nanti saya dapat membacanya dan kembali mengingatnya.
Terima kasih sudah berkunjung di Bassicor.blogspot.com

Malam Berkabut di PTB Maros

Malam ini di PTB Maros. Seperti biasa, tidak perlu menunggu hingga malam minggu tiba untuk membuat tempat ini ramai. Sepertinya tujuan untuk meraimaikan PTB Maros telah berhasil. Puncak keramaian terjadi pada malam hari di tempat ini. Suasana ini pulah lah yang menjadi daya tarik pengunjung untuk menyempatkan diri mampir di tempat ini.

PTB Maros, tempat yang penuh ragam warna. Lampu lampu jalan menyambut di sisi kanan dan kiri jalan memancarkan cahayanya ke udara dan menujukkan keindahannya dalam riak riak air yang menyatu dengan hembusan angin. Biru, Kuning dan Hijau cahaya lampu para penjajah rezeki menjadi saksi kehadiranku di sini dalam kesendirian. Jikalau benar tempat ini  ramai dengan warna, hanya musik yang terus bersaut sautan satu sama lain mencoba memasuki jiwa yang telah terasuki beragam aliran musik. Sempat ingin mengikuti iringan vokal berbahasa bugis, namun terhalang oleh kenginan untuk bergoyang mendengarkan gemuruh bas dengan ritmi yang terus merasuk dalam adrenalin. Dalam kesendirian jiwa ku berpikir, dalam kehiningan ke merenung.. Malam ini ku persembahkan Artikel untuk PTB Maros.

Malam ini Berkabut di PTB Maros. Orang di sampingku berkata, "Ini, bukanlah kabut, melainkan hanyalah asap belaka". Cukup ku tanggapi dengan senyuman yang menurutku cukup hangat dan ramah dan sedikit ku hiasi dengan sedikit canda gurau. Yah, memang benar malam ini berkabut. Berbagai spekulasi menjajahkan diri dalam benakku. Apakah kabut ini berasal dari asap rokok yang kusembulkan bersama ratusan orang lainnya. Ah.. itu tidak mungkin, perasaanku mengatakan mulutku tidak sebesar itu untuk dapat mengepulkan asap ke langit PTB Maros yang begitu luas. Ku alihkan pandanganku pada orang-orang yang membakar ayam kemudian memberikannya kepada orang sambil menunggu tujuan utamanya tercapai. Mungkin asap ini berasal dari hasil pembakaran ayam-ayam tak berdosa ini. Untung saja ayamnya sudah mati duluan sebelum dibakar, coba saja jikalau masih hidup, entah mau dikemenakan apa yang akan ku tulis.

Kuberhenti berspekulasi dan mengkhayal yang tidak-tidak. Pandanganku teralihkan pada seseorang yang sedang memanjat tiang listrik. Alam bawa sadarku menuntunku untuk memberitahukan bahwa ia adalah seorang petugas PLN, meski ia tidak mengenakan seragam. Melihat kata "PLN" melintas dalam benakku, mungkinkah malam berkabut ini disebabkan karena aliran listrik? Akh.. itu malah lebih tidak masuk akal. Kecuali, jika ia melakukan kesalahan menyebabkan tubuh menyatu dalam aliran listrik hingga timbulllah gumpalan asap, biar malam ini jadi ramai. Astagfirullah.. ternyata lebih tidak masuk akal.

Penasaranku kemudian berangsur-angsur mereda hingga seorang ibu-ibu yang duduk di pinggir kolam bersama seorang anak kecil memberitahuku, bahwa asap atau kabut ini sebenarnya berasal dari waktu yang tepat. Bulan ini, dan saat ini masyarakat Maros sedang beramai ramai melakukan panen padi mereka. Jerami yang mereka gunakan atau sawah yang habis mereka panen selalu dibakar. Inilah yang mengepulkan asap hingga malam ini berkabut di PTB Maros. Mungkin dan memang benar jika angin yang membawa asap kemari. Hingga asap terlihat dari setiap warna cahaya yang memancar ke udara memudarkan malam pada mata yang memandang ke langit dalam balik sinar temaram warna-warni lampu.

Puas atau tidak puas dengan jawabannya. Aku hanya bisa mengatakan, "Yah, Ibu benar". Lebih baik ku katakan demikian, sebelum benakku terus mengkhayal dalam pemikiran yang tidak masuk akal, namun dapat diterima oleh akal.

9.40 WITA, Senin 25 Maret 2013. Samad Dadrana

Terima kasih sudah berkunjung di Bassicor.blogspot.com

Penasaran; Segudang pertanyaan untuk blogging!!!


Blogger. Yah pastilah ngeblogging orang-orang yang memiliki blog site dan sibuk mengurus koment tamu dan lain-lain sampai semua program yang diikuti seperti affilate PPC, PPL, dan lain-lain. Tapi tidak hanya sampai di situ. Namun, berawal dari motivasi seperti inilah yang membuat para blogger tetap eksis terhadap di dunia blog. Ada-ada saja cara yang digunakan untuk bisa menarik pengunjung ke site kita sampai cara manual dan cara-cara cerdik lainnya:
Adalah hal yang menyebalkan namun tetap, penasaran saya dibuatnya. Itutuh yang ada di shoutbox koment atau sekedar salam dari para blogwalking. Begitu ada orang baru yang berkunjung dan menyebar sapah di shoutbox, moment itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Yang menyebalkan setelah saya mengunjungi balik site mereka . ada ada saja yang muncul, site yang gga jelas dan ngga punya buku tamu atau sebagainya dan dipenuhi dengan iklan di sidebar kiri kanan atas dan bawah.
Lalu muncul sebuah rasa penasaran yang selalu membuatku bertanya-tanya
Mungkin ada sebuah aplikasi, software atau apapun itu yang mampu memprogram update salam di shoutbox tanpa mesti orang itu sendiri yang ON. Pasalnya jika saya perhatikan waktu orang-orang itu memosting koment atau salam mereka selalu di jam yang sama dan terus menerus mengikuti pola waktu yang sepertinya sudah terprogram. Entahlah apa yang kupikirkan ini memang ada atau tidak jika ada kasi tahu dunk...
Hal menyebalkan selanjutnya yang juga membuat saya penasaran site teman-teman yang memiliki proteksi yanng begitu ketat. Yah begitu saya menyebutnya. Bayangkan saja hanya untuk masuk ke sitenya diperlukan login untuk masuk seperti alamat email dan juga password. Ini sangat mencurigakan. Apa sebenarnya tujuan dari orang ini. Tapi yakinlah menurutku dia takkan berhasil. Bagi orang yang sudah berpengalaman pasti sudah tahu maksud dan tujuan orang ini. Dan yang punya pengalaman masih menengah ke bawah saya rasa itu juga takkkan berhasil itu di karenakan mereka terlalu malas untuk mengisi alamat email terlebi lagi password mereka. Tapi apapun itu mereka tetap saja membuatku penasaran
Yang terakhir nih, hal yang sejak dulu membuatku penasaran dan malas untuk browsing kalo udah kenna. Pop up iklan yang selalu datang tak di undang. Kliknya ini eh malah yang muncul laen. Penasaran setelah cari tahu eh ternyata ketemu dengan istilah ADJACKING kurang lebih seperti itu. Dikatakan bahwa adjacking ialah semacam program atau apalah mungkin lebih tepat dikatakan teknik yang memanipulasi klik ke iklan yang ada di site kita dengan cara mensetting kapan iklan itu akan muncul setelah kouta klik ke site kita apa pun itu terpenuhi. Misalnya kita memiliki postingan dengan judul “Untitle” setelah kita mengklik link postingan itu sebanyak 10 kali maka yang muncul malah iklan. Yang menjadi pertanyaan ialah apakah teknik seperti itu memang ada atau tidak kalo ada kasi tahu dunk caranya...
Saya jadi Penasaran untuk semuanya....

Di Culik bencong!


Dunia ini makin hari makin aneh dan tambah para. Seperti pada malam-malam sebelumnya kami nak Pasar tua nongkrong ampe tengah malam mau pagi, rokok habis udah kurang kerjaan, uang juga udah habis. Entah mengapa ada sekumpulan makhluk setengah masak lewat. Yah itu yang dikatakan temanku. Alias, Bencong! Entah dari mana teman yang satu ini tahu kalo bencong itu gampang keluar uangnya kalo keinginannya dipenuhi. Udah langsung aja bencongnya di samperin dihadang tengah jalan kayak perampok. Udah digodain dah tuh bencong cuman demi duit. Al hasil jadi. Duitnya dapat tapi dengan satu syarat, salah satu dari kami harus join mereka selama satu hari. Disini kena teman gue yang stambuknya paling rendah, awalnya sih cuman iseng nunjuk-nunjuk, tapi akhirnya dibawah juga sama tuh bencong.
Keesokan harinya kami bingung cari teman kami yang semalam dibawah oleh bencong kemana. Dah di cari sampai sore ngga ketemu-ketemu juga sampai akhirnya dia datang sendiri di tempat nongkrong dengan wajah polos namun nampak pucat. Di tanya dari manakoh? Di jawab dari sana salon Nur. Denganku bertanya lagi, haha diapaiko cika? (maksudnya di apain ma tuh bencong)
Dengan polosnya dia jawab, na bukaki celanaku terus tittiiiiittiiiiiiiiiiittitttttttttttttttttttttt sensor...
Tebak sendiri lanjutannya. Sampai detik ini teman kami yang jadi korban tidak pernah kelihatan tidak tahu dimana keberadaannya sekarang maaf yah kawan.
Semoga bisa di ambil hikmanya.....

Mau Cari Pacar yang Bisa Membuat saya rajin Shalat

Benar bisa nggak yah dapat pacar yang bisa membuat saya rajin shalat? Memangsih jika dipikir-pikir, aqidahnya bisa lain. Jangan sampai kita shalat hanya karena takut sama pacar bukannya takut pada Allah. Setelah dipikir-pikir sepertinya memang mesti ada paksaan terlebih dahulu dalam shalat, dalam artian paksaan sebagai motivasi. Sebagai contohnya, saya punya keluarga, waktu kecil setiap pulang setelah Maghrib pasti habis dimarahi sama Bapak. Sampai sekarang walaupun sudah dewasa masih saja setiap jauh dari rumah teringat ingin cepat pulang ke rumah . mungkin itu disebabkan karena didikan yang keras sehingga terbawa sampai sekarang. Begitu juga yang saya harapkan dengan shalat, mudah-mudahan saja nanti saya dapat pacar yang punya strategi untuk membuat saya rajin shalat sehingga menjadi terbiasa dan nantinya akan meresa aneh jika saya meninggalkan shalat. Sebelumnya saya punya pacar, sempat menyuruh saya agar shalat tapi tetap saja, pemikiranku mengalahkan perintahnya sehingga dia nurut saja, ujung-ujungnya saya tidak shalat. Jadi mudah-mudahan jika diberikan kesempatan untuk punya pacar saya mau punya pacar yang bisa mengalahkan opiniku mengalahkan keras kepalaku dan bisa memaksaku untuk shalat sehingga menjadi terbiasa dan akhirnya akan shalat sendiri tanpa disuruh. amin.

14 February 2011

kurang tidur semalam, akhirnya berdampak juga siang ini. kiri kanan belakang semua sibuk. entah apa yang mereka bicarakan. aku terlalu lelah dengan duniaku. tiba-tiba seorang wanita menawarkan tiga buah coklat di tangannnya. baik juga pikirku. bersamaan ku ambil sebuah cokelat dari tangannya terlempar sebuah kalimat yang cukup membuatku tercengan
Rp. 3000 rupiah de'. sudahlah pikirku mau di apain lagikan.kirain tadinya gratis.

ya sudahlah melayanglah kau 3000. seperti sebuah takdir ketika cokelat itu ku pandangi dengan perutku. aku teringat dengan orang yang paling sayang sama aku. ku putuskan saja untuk memberikan cokelat ini padanya.

susah payah ku jaga cokelat itu dari tangan-tangan jahil yang mencoba merebut. tak peduli dengan guyonan mereka merayuku.

"cokelat ini memang untuk orang yang sangat menyayangi saya kenapami?"
kataku dengan tatapan tajam semuanya terdiam. aku baru sadar dengan apa yang telah aku lakukan. tidak seharusnya saya membentak mereka. tapi mau bagaimana lagi. aku tidak mau cokelat yang ku jaga ini di renggut oleh mereka.


penantian berkahir. seakan terbuka sebuah jalan di hadapanku. aku melaju secepat yang kubisa. akan ku berikan cokelat ini padanya.

begitu kulihat wajahnya ku katakan padanya

"ibu orang bilang ini hari ini hari kasih sayang, semuanya memberikan cokelat pada orang yang mereka sayangi, saya sayang sama ibu dan mungkin cokelat ini bisa mewakili sara sayangku sama ibu"

ibuku menjawab

"tidak usah repot-repot, itu sana," katanya sambil menunjuk

"tunjukkan rasa sayangmu itu dengan mencuci semua piring dari kemarin belum di cuci"

aku tak berkata apa-apa hanya mengikuti perintahnya saja, namun sempat ku menoleh

kulihat kedua bola mata ibuku berbinar, namun cepat ia mengusapnya. itulah ibuku yang setiap sore selalu mengupas bawang.........

In Kendari; Day 6

Rencananya, sebelum matahari terbit betul. Aku mau ke salah satu pantai tempat yang cocok untuk orang yang sedang liburan, namun sayangnya mata ini enggan terbuka hingga aku ditinggalkan, tapi aku tidak menyesal. Toh mereka juga tidak sampai di tujuan baru setengah perjalanan mereka capai dan kembali pulang. Mungkin lain kali. Tidak ada yang begitu istimewa hari ini.

In Kendari; Day 7

Tepat satu minggu aku berada dalam pengasingan diriku. Sesuai jadwal hari ini ibuku akan kembali ke Maros. Untuk pertama kalinya pula hari ini aku bangun cepat sebelum jam menunjukkan waktu tujuh pagi. Aku tidak mau ketinggalan melihat ibuku berangkat naik angkot menuju pelabuhan. Ibuku sudah pergi. Tidak ada lagi orang yang akan selalu mengingatkanku pada saat makan tiba dan selalu cerewet memperhatikan diriku. Aku sayang ibuku.

In Kendari; Day 5

Dingin kembali menyelingkup. Aku dibangunkan oleh nenekku, untuk berziarah ke kuburan kakekku yang meninggal pada bulan desember 2009 lalu. Aku nenek dan sepupuku yang berumur Sembilan tahun, bertiga mengendarai sebuah motor yang kami pinjam dari Om ku menuju kuburan kakek. Kuburan yang sangat sederhana, hanya dipagari sebuah batu karang yang disusun sedemikian rupa. Di atas tanah kuburan tertutup daun-daun dari pohon cokelat. Selesai membaca doa, aku dan sepupuku beranjak meninggalkan makam.
Malam harinya, tibalah hari yang ditunggu-tunggu oleh adikku. Hari ini ulang tahunnya akan dirayakan. Tapat jam delapan malam para tamu telah memadati rumah. Bingung tidak tahu mau buat apa aku naik ke lantai dua untuk menonton film. Selesainya aku kembali, namun keramaian makin menjadi-jadi hingga dimulailah acara inti. Peniupan lilin dan pemotongan kue sambil diiringi lagu ulang tahun, aku hanya bisa tersenyum menyaksikan mereka. Berangsur-angsur akhirnya keriuhan redah pula. Aku bosan. Kenapa tidak ada acara siram siramnya. Kalau perlu buang saja ke laut orang yang ulang tahun. Aku segera mengambil segelas air mineral meminumnya sedikit. Kemudian menumpahkannya pada kepala adikku, membasahi baju barunya. Semua temannya langsung mengkerumuni meramaikan hiasan-hiasan di wajah dan pakaian adikku. Akhirnya acaranya seru. Pikirku. Aku beranjak dan pergi ke dermaga menikmati kesendirianku ditemani bintang –bintang.

In Kendari; Day 4

Hari ini, hari jum at. Aku memutuskan untuk jalan jalan. Menaiki tangga menuju lantai dua, tempat para tamu. Nenekku menyewakan kamar-kamar kosong untuk ditinggali. Orang orangnya pun rata rata keluarga dekat. Rumah ini sangat ramai. Banyak anak anaknya.
Hari ini lagi lagi aku merasakan kerinduan yang amat dalam, namun aku tepis cepat cepat hingga hilang di sinilah aku sekarang dalam bertahan dalam kesederhanaan. Kerinduan membuatku benci. Sakit yang kurasa lebih nikmat dari sebuah pengharapan yang tak mungkin datang. Kini aku berteman dengan rasa sakit karenamu.

In Kendari; Day 2

Hari ke dua, samar samar ku dengar keriuhan di pagi hari mambuatku terjaga dari tidur panjangku. Tidak ada yang begitu menarik hari ini. Hanya ke pasar mengangkat barang dan pulang tidur sampai sore, entahlah apa yang akan terjadi nanti. Malam seperti biasa, kuhabiskan main game dan bercerita panjang lebar dengan sepupuku eko sri handayani.

In Kendari; Day 3

Matahari belum muncul sempuran kesibukan sudah dimulai di rumah tanteku, samar samar ku dengar, suara suara mereka dalam bahasa daerah berteriak membangunkan. Aku masih tidur tiduran di depan televise menunggu untuk dibangunkan. Begitu aku bangun beberapa dus sudah terplester dan terikat rapi. Ada sekitar tujuh dus dan beberapa kantongan plastik besar. Ini akan menjadi hari yang melelahkan pikirku. Dalam sebuah angkot kami berdesakan dengan barang barang bawaan kami menuju pelabuhan Kendari. Sesampainya di sana aku langsung dikejutkan oleh ulah para buruh berebutan langsung memegang barang kami. Awalnya kupikir mereka ingin mencuri, namun ibuku tidak menggunakan jasa mereka katanya ada aku di sini. Iya kan. Seperti yang sudah ku bilang ini akan menjadi hari yang melelahkan. Keringatku mengujur deras di sekitar pelipis mataku, namun akhirnya kering ditiup angin laut. Kami cukup beruntung, karena kapal yang kami tumpangi cukup besar dan melaju cepat.aku menyesal tidak meminum obat anti mabuk yang sebelumnya ditawarkan ibuku. Hingga akhirnya isi perutku tadi pagi berakhir di laut. Barulah aku bisa tidur.
Dalam tidurku aku bermimpi. Mimpi yang sangat aneh menurutku, aneh namun aku suka. Pertama aku berada di sekolah bersama seorang senior teman kakakku dan aku cukup dekat dengannya sebelum pergi ke sini aku sempat pamitan padanya walaupun cuman lewat fb. Di sekolah aku berbincang dengan guru dan meluruskan sesuatu, tapi tak inigin ku sebutkan di sini. Setelah itu entah tiba tiba saja, saya langsung berada kembali di atas kapal dan masih bersama dengan teman kakakku. Dia sempat mengatakan sesuatu padaku, tapi aku lupa apa itu. Namanya juga mimpi.satu hal yang paling aku ingat ketika ia mengatakan seperti ini.
“kapalmu sudah hampir sampai, saatnya aku pergi” dia pun menghilang dari mimpiku dan sesaat sesudahnya aku dibangunkan oleh ibuku. Ternyata benar kapal telah bersandar di pelabuhan. Buruh di sini tidak terlalu menjengkelkan dari pelabuhan Kendari, namun yang cukup membuat kepala orang gatal ialah urah para pedagang asongan yang mambawa berbagai macam barang dagangan menyerbu masuk ke kapal menawarkan barang dagangan. Mereka sangat tergesah gesah. Tidak peduli dengan dorongan atau senggolan senggolan kecil yang mereka alami. Sungguh susahnya orang mencari uang, salah satu contohnya ialah mereka. Mau bagaimana lagi begitulah dinamika kehidupan.
Sampai di dartan kami harus enuggu mobil karena tidak kebagian sebelumnya, hingga sekitar se jam kami mendapatkan mobil open cap. Ibu dan tanteku duduk di depan samping supir. Saya dan sepupuku yang berumur sembila tahun duduk di belakang. Pepohonan rindang di kiri dan kanan jalan menghalangi sinar matahari di sore itu menerpa kami. Sungguh daerah pedesaan pikirku. Suasanahnya tenang, rindang dan sejuk. Sejam perjalanan akhirnya sampai juga di tujuan. Sebuah rumah cantik dengan cat berwarnah oranye. Rumah ini tergolong mewah jika di bandingkan dengan rumah rumah yang ada di sekitar kampung ini. Tepat di depannya sebelah kanan, ada warung kecil. Usaha kecil kecilan. Inilah rumah nenekku. Aku sempat terdiam beberapa detik. Rumah ini sungguh berupa 100 prosen dari terakhir kali aku ke sini. Tepatnya delapan tahun yang lalu. Aku sangat senang bisa kembali ke sini. Ku harap aku bisa melupakan masalahku dengan keindahan kampong ini. Amin

In Kendari; Day 1


Entah mengapa aku merasa sangat senang?. 8 tahun sudah aku tidak pernah berkunjung ke sini, Kendari. Ada kegembiraan mengepul di dadaku, meski kepalaku sedikit pusing. Maklum pertama kali naik pesawat. Hari hari yang ku lalui sebelumnya cukup sulit, namun entah mengapa saat berada di sini, adrenalinku terpacu. Dalam pikiranku aku melompat riang, sangat gembira. Aku terus tersenyum membayangkannya. Sudah lama aku tidak merasa sebebas ini, bebas dari tugas kuliah bebas dari panggilan teman dan bebas dari sms sms yang biasanya selalu mengganguku di sore dan malam hari. wajarlah nomorku hilang ikut bersama dengan handponenya .
Rumah yang ku tempati kini ialah rumah tanteku di kendari. Saya tidak tahu apa nama daerahnya dengan baik. Rumah ini terletak di dekat pasar kendari, entah ada berapa pasar di kendari. Saat turun dari taksi yang ternyata supirnya orang Bone. Aku melihat pos ronda atau halte bus ataumungkin lainnya. Sebuah bangku panjang terpasang di belakang, masih kokoh walaupun agak kelihatan miring. Di atasnya beratapkan seng berkarat dan bocor di bagian tengah. Tepat di belakangnya terdapat rumah yana menurutku lumayan dan nyaman. Rumah ini berpagar besi, berlapis cat putih di tengahnnya terdapat tempelan besi berbentuk dua ekor naga saling berhadapan dengan posisi siap menyerang. Gambar naga itu cukup mencolok karena dilapisi cet berwana hijau tua. Di sepanjang pagar dari besi ini, menjalar tanaman labu putih yang tumbuh subur dan buahnya besar besar. Aku jadi teringat pada guru Biologi smpku yang membuat rumah kaca dengan tanaman labu putih didalamnya namun sayang tanamannya tidak dapat tumbuh dengan baik.
Masuk ke dalam rumah, aku segera meletakkan barangku. Tidak lama kemudian tanteku keluar mengarahkanku menuju kamar yang akan ku tempati. Kamar yang lucu. Spraynya berwarna pink dan cukup besar, lima orang pun bisa tidur di atasnya jika posisinya horizontal. Kembali senyum tipisku mengembang.
Berbaring sejenak, aku bangkit ingin jalan-jalan, hanya sekitar rumah saja. Lorong – lorong kecil masih menjadi ciri khas dari tempat ini, sebagai pembatas antara rumah rumah. Setiap langka kaki ku pijakkan tidak pernah terhenti terdengar suara samar-samar kesibukan rumah tangga. Samar samar ku dengar suara kebebasan yang tidak ku mengerti artinya. Mereka berbahasa daerah. Tidak jauh dari situ aku melihat ibu ibu yang sedang mengais ngais sirip ikan dengan pisau, di bantu oleh dua orang anaknya, cepat kakiku melangkah begitu pula mataku tertuju pada kesibukan itu hingga leherku tidak mampu lagi menoleh. Semuanya ku lakukan dengan iringan senyuman.
Makan malam
Sehabis isya waktunya makan malam, tidak seperti malam biasanya. Malam ini sama anak TK pun aku akan kalah hanya dengan porsi makanannya. Aku sedikit tertipu awalnya aku melihat sayur bayam dengan beberapa bakso tenggelam di dalamnya namun ternyata itu hanya sayur toge. Airnya bening hingga kau dapat melihat lantai pada permukaan air sayur itu. Rasanya hambar, sayur ini hanya di masak tanpa ada campuran bumbu sedikitpun. Tidak seperti biasanya duniaku seakan terbalik 180 derajat. Aku tidak terbiasa dengan kondisi seperti ini, namun tetap saja akan aku jalani karena memang inilah tujuanku kembali kesini, yaitu merasakan keterbatasan hidup mewah yang biasa dijalani orang orang di luar sana.
Tepat saya, mengetik di ruang tamu, seorang perempuan datang duduk di sampingku. Aku tidak memperdulikannya dan tetap melanjutkan ketikanku. Hingga ia memulai percakapan
“ketik apa?” tanyanya
“bukan apa apa, iseng….” Aku terus mengetik.
Konsentrasiku buyar ketika dia mulai menyinggung masalah teman laki-lakinya yang suka pada sesama jenis. Aku berhenti mengetik, penasaran dengan kelanjutan ceritanya
Ternyata dia kuliah di STIKES jurusan keperawatan, pantas saja pikirku. Hampir se jam kami ngobrol, dan aku belum tahu siapa namanya. Tiba tiba seorang ibu ibu masuk, awalnya menurutku ia tamu, namun kelihatannya sudah menghapal seisi rumah, dan sangat akrab dengan ibuku. Mereka bercakap dalam bahasa daerah yang masih belum bisa saya mengerti seutuhnya. Dalam percakapannya ia menanyakanku. Jika ku artikan dalam bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini
“ siapa itu ?” Tanya perempuan itu pada ibuku
“dia anakku”
“yang perempuan?”
“bukan, yang perempuan itu Eko”
Aku langsung terkesiap menatap perempuan yang sejak tadi berada di sampingku, sibuk sms an
“siapa eko?” tanyaku
“saya” katanya sambil menunjuk dirinya
Aku langsung teringat kejadian sewaktu aku masih seumuran anak TK
“kau masih ingat saya waktu datang ke rumahmu?”
“kapan?”
“waktu kecil, waktu itu kamu memukulku dengan sapu lidi”
“hah!, iyakah. Kenapa saya pukul kamu?”
“hanya main main”
“ouhh mungkin karena kamu nakal mungkin. Saya pernah ikat orang di pohon……….”
Dia terus mengoceh, tentang masa SMPnya. Dia pernah mengikat temannya di pohon lantaran temannya itu nakal, sering mengangkat rok rok anak perempuan temannya, hingga akhirnya dia berakhir terikat di pohon.
“Hey, kenapa kau suka angkat angkat roknya orang, bagaimana rasanya kalo kamu saya buka celanamu di situ?” yah begitulah katanya sambil memperagakan gerakannya.
Percakapan kami terus berlangsung, hingga sampai pada tingkat yang jauh. Interen.
“kamu sudah punya pacarkah?” tanyanya sambil berbisik
“baru saja putus” jawabku sambil menghela napas
“kenapa?” sudah kuduga dia akan menyakan hal itu, aku hanya menggeleng.
“yang sabar yah” katanya sambil menepuk nepuk pundakku. Kami terus bercakap hingga sampai kepada hal hal yang sangat jauh. Hal yang menarik bagiku saat dia bercerita mengenai kelakuan kebanyakan temannya, tentunya masih berkaitan dengan masalah asmara. Mulai dari kesukaannya pada lelaki, bagaimana tipenya dan semua hal hal aneh yang dialami temannya semuanya diperbingcangkan.
Aku terfokus ketika dia membicarakan perangkap perangkap yang biasa perempuan lakukan untuk pacarnya. Salah satunya jikalau perempuan minta putus, tapi bagiku itu kurang menarik karena hampir sama dengan kebanyakan orang. Yang membuatku tertarik adalah percakapan mengenai cara mereka memilih pacar. Ada sidikitnya lima poin yang ku dapatkan dari perkataannya untuk membuat cowok mengeluarkan uang untuk pacarnya.
“pertama lihat motornya, apa mereknya” katanya. iapun mulai menyebutkan beberapa merek motor.
“sudah itu lihat isi dompetnya, dia harus bisa seperti doraemon” ia kemudian berdiri memperagakan “kalo haus tinggal keluarkan, lapar sayang, oh iya ayo makan” katanya sambil memperagakan saya hanya duduk tertawa melihat tingkahnya.
“satu lagi yang seru, kalo sudah ajak ajak ke mal sama pacar, kalo lihat gelang yang cantik toh pura pura seperti ini”. Katanya sambil memainkan dua orang peran. “ih gelangnya. kenapa sayang?, oh tidak gelang itu seperti gelanggu dulu yang hilang. Oh kalo begitu ambil saja. Ah ndak usah sayang saya nda enak sama kamu. Tidak apa apa lagian warnanya juga cocok sama baju kamu” aku hanya bisa tertawa melihat tingkahnya. Tapi dia terus saja berbicara panjang lebar, kayaknya dia tidak pernah kehabisan kata.
“begini toh, kalo mau pergi ke mall, supaya dibelikan sandal, dari rumah bawa memang sandal yang agak rusak. Sampai di mall. Aduh, kenapa sayang, ini sandalku, sudah mau rusak kayaknya, bagaimanami? Oh tidak tidak apa apa ayomi kita cari yang baru, iya sandal yang biasa saja. Oh tidak usah kita kan mau ke mall kita beli saja di sana.” Wah wah wah gila juga pikirku. Tapi seru…..
Larut malam, ngantuk, mari tidur. Hari pertama yang mengesankan pikirku.