Antara Kue, Bugis, dan Makassar

Banyak orang yang bertanya tentang perbedaan antara Bugis dan Makassar, beberapa orang menganggapnya bahwa Bugis Makassar ialah suku yang masing-masing berbeda. Namun, sebenarnya  makassar ialah bagian dari ciri khas suku bugis itu sendiri.

Makassar atau biasa disebut sebagai "Mangkasara" biasa diartikan orang-orang sebagai sikap kasar. Hal ini keliru, karena arti dari kata "Mangkasara" sebenarnya ialah bersifat terbuka. Adapun orang-orang yang menganggapnya kasar disebabkan kegigihan pejuang sewaktu menghadapi Kolonial Belanda. Pejuang terbuka dengan datangnya teman, namun begitu keras bagi orang-orang yang bermaksud untuk menjajah.

Bugis Makassar, ialah sebuah kesatuan etnis yang terkenal dengan perjuangannya menghadapi kolonial Belanda dan terkenal dengan keahlian navigasi lautnya.

Berbicara tentang Bugis Makassar, baik dari sejarah maupun segi budayanya, tidak dapat lepas dari peran hadirnya kue kue tardisional yang menjadi saksi bisu sejarah berdirinya etnis Bugis Makassar. Sebuah hal yang sepele dalam hidup, namun selalu mendampingi Anda di setiap pagi, sore atau kapanpun sebagai teman untuk cangkir kopi Anda.

Kue Bugis Makassar merupakan kue khas yang berasal dari Makassar yang mencirikan etnis bugis di dalamnya. Contohnya putu kacang. Kue ini tergolong unik karena teksturnya yang simple, namun mengundang lidah Anda untuk mencobanya. Ketika digigit kue ini keras namun Anda akan merasakan manis yang tidak membuat lidah Anda bosan untuk terus mencobanya.

kue bugis makassar
http://www.kuebugismakassar.com

Begitulah ciri khas Bugi Makassar yang tersirat ketika Anda mencoba kue putu kacang ini. Keras ketika digigit namun manis yang tidak begitu berlebihan sehingga Anda tidak bosan untuk selalu mencobanya. Orang Bugis Makassar boleh dikatakan kasar oleh suku lainnya, hal itu karena Anda sendiri belum mengenal budaya dan perawakan orang Bugis Makassar yang sebenarnya.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Makassar, tidak ada salahnya mencoba salah satu kue tradisional yang terdapat di Makassar. Banyak sekali pilihan untuk Kue Bugis Makassar, mulai dari Baruasa, putu kacang, kripek wijen, baruasa gula merah dan lain-lain.

Kue Bugis Makassar ini sangat cocok sebagai cemilan pendamping teh Anda dan juga sebagai oleh oleh dari Makassar untuk keluarga Anda di rumah. Selain putu kacang, kue Bugis Makassar yang dikenal dengan nama Baruasa juga tidak kalah menarik. Kue ini berbentuk bulat pipih dan biasa disebut dengan kue pecah seribu. Dikarenakan bentuknya yang becorak retakan-retakan berwarna cokelat.
kue bugis makassar
http://www.kuebugismakassar.com
Berbeda dengan kue putu kacang yang menimbulkan sensasi keras ketika digigit, baruasa memiliki tekstur lembut dan manis yang melebur di mulut. Rasa manis yang ditimbulkan dari kue inilah yang membedakannya dengan kue tradisional lainnya, dan membuat baruasa laris dijadikan buah tangan oleh para pelancong.

Kehadiran Anda di Makassar dan interaksi Anda bersama orang-orang bugis, membuat Anda mengenal suku Bugis Makassar dan kembali mengingatnya dalam setiap gigitan Kue Bugis Makassar yang Anda coba.

Malam Minggu di Sinjai yang Mungkin Takkan terlupakan

Malam minggu atau malam Ahad akhir pekan atau akhir minggu, terserah mau disebutnya bagaimana. Jelasnya ini terjadi pada hari sabtu tanggal 7 April 2013. Bisa berada di Sinjai karena ada panggilan mendadak untuk membawakan materi pelatihan blog di Sinjai.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam suatu rangkaian acara yang diadakan oleh MIB cabang Sinjai. Saya dan teman-teman beserta sopir yang tidak saya kenal berangkat pada hari Jum'at jam 2 malam. Start mulai dari Golden cafe Maros. Sempat istrahat makan jagung dan bercerita lepas sampai jam 4 subuh perjalanan kembali dilanjutkan.

Dalam perjalanan cukup seru dan singkat karena di atas mobil saya tidur dan yang tampak hanyalah gelap. Singkat cerita sampailah kami di Sinjai pada jam 7 pagi. Kami langsung diarahkan ke Wisma Lise di Sinjai untuk beristirahat menanti waktu materi pelatihan blog tiba.

Sesampainya di sana acara workshop pun di mulai, dan saya baru tahu ternyata pelatihan blognya dimulai besok pada hari ahad. Dengan keadaan yang dirundung rasa ngantuk terpaksa saya mengikuti kegiatan ini dalam dua keadaan, sadar dan tidak sadar.

Malamnya tepatnya malam minggu. Saatnya jalan jalan di sebuah warkop yang ada fasilitas wifinya. Kami mengarah ke cafe Massedi, namun warkopnya cepat sekali tutup. Akhrinya kami mengarah ke kafe lain yang bernama Sulapa Appa. Di kafe inilah kami hanyut dalam indahnya berselancar di dunia maya.

Tepat jam 2 mengarungi dunia maya kami memutuskan untuk kembali ke wisma, dan diluar dugaan... ternyata wismanya sudah tutup... akhirnya kami kembali ke kafe sulapa appa... ada yang melanjutkan tidurnya dengan beralaskan kardus tepat di depan rukonya orang dan ada juga yang tidur di atas meja. Saya memutuskan untuk kembali Online sekaligus menjaga barang.

Malam minggu di Sinjai seperti ini yang mungkin takkan terlupakan... begadang biasa kulakukan tapi di rumah atau di daerah sekitar Maros.. malam ini terpaksa nginap di kampungnya orang dan tidak tahu mau kemana.. sempat ingin mencari masjid namun terlanjur malas berputar dalam ketidakpastian lokasi tepatnya. Yang terlihat hanya polres Sinjai.. sempat terpikir untuk ke kantor polisi saja menyerahkan diri dengan alasan tidak mengikuti aturan Wisma yang hanya memperbolehkan keluar hingga jam 11 malam... tapi rasanya tidak mungkin jadi dengan terpaksa kami terkatung-katung di depan menunggu pagi datang yang ternyata dirundung hujan.

Bagaimanapun keadaannya, inilah salah satu pengalaman hidup saya yang dapat saya rekam dalam blog ini, hingga pada saatnya nanti saya dapat membacanya dan kembali mengingatnya.
Terima kasih sudah berkunjung di Bassicor.blogspot.com

Malam Berkabut di PTB Maros

Malam ini di PTB Maros. Seperti biasa, tidak perlu menunggu hingga malam minggu tiba untuk membuat tempat ini ramai. Sepertinya tujuan untuk meraimaikan PTB Maros telah berhasil. Puncak keramaian terjadi pada malam hari di tempat ini. Suasana ini pulah lah yang menjadi daya tarik pengunjung untuk menyempatkan diri mampir di tempat ini.

PTB Maros, tempat yang penuh ragam warna. Lampu lampu jalan menyambut di sisi kanan dan kiri jalan memancarkan cahayanya ke udara dan menujukkan keindahannya dalam riak riak air yang menyatu dengan hembusan angin. Biru, Kuning dan Hijau cahaya lampu para penjajah rezeki menjadi saksi kehadiranku di sini dalam kesendirian. Jikalau benar tempat ini  ramai dengan warna, hanya musik yang terus bersaut sautan satu sama lain mencoba memasuki jiwa yang telah terasuki beragam aliran musik. Sempat ingin mengikuti iringan vokal berbahasa bugis, namun terhalang oleh kenginan untuk bergoyang mendengarkan gemuruh bas dengan ritmi yang terus merasuk dalam adrenalin. Dalam kesendirian jiwa ku berpikir, dalam kehiningan ke merenung.. Malam ini ku persembahkan Artikel untuk PTB Maros.

Malam ini Berkabut di PTB Maros. Orang di sampingku berkata, "Ini, bukanlah kabut, melainkan hanyalah asap belaka". Cukup ku tanggapi dengan senyuman yang menurutku cukup hangat dan ramah dan sedikit ku hiasi dengan sedikit canda gurau. Yah, memang benar malam ini berkabut. Berbagai spekulasi menjajahkan diri dalam benakku. Apakah kabut ini berasal dari asap rokok yang kusembulkan bersama ratusan orang lainnya. Ah.. itu tidak mungkin, perasaanku mengatakan mulutku tidak sebesar itu untuk dapat mengepulkan asap ke langit PTB Maros yang begitu luas. Ku alihkan pandanganku pada orang-orang yang membakar ayam kemudian memberikannya kepada orang sambil menunggu tujuan utamanya tercapai. Mungkin asap ini berasal dari hasil pembakaran ayam-ayam tak berdosa ini. Untung saja ayamnya sudah mati duluan sebelum dibakar, coba saja jikalau masih hidup, entah mau dikemenakan apa yang akan ku tulis.

Kuberhenti berspekulasi dan mengkhayal yang tidak-tidak. Pandanganku teralihkan pada seseorang yang sedang memanjat tiang listrik. Alam bawa sadarku menuntunku untuk memberitahukan bahwa ia adalah seorang petugas PLN, meski ia tidak mengenakan seragam. Melihat kata "PLN" melintas dalam benakku, mungkinkah malam berkabut ini disebabkan karena aliran listrik? Akh.. itu malah lebih tidak masuk akal. Kecuali, jika ia melakukan kesalahan menyebabkan tubuh menyatu dalam aliran listrik hingga timbulllah gumpalan asap, biar malam ini jadi ramai. Astagfirullah.. ternyata lebih tidak masuk akal.

Penasaranku kemudian berangsur-angsur mereda hingga seorang ibu-ibu yang duduk di pinggir kolam bersama seorang anak kecil memberitahuku, bahwa asap atau kabut ini sebenarnya berasal dari waktu yang tepat. Bulan ini, dan saat ini masyarakat Maros sedang beramai ramai melakukan panen padi mereka. Jerami yang mereka gunakan atau sawah yang habis mereka panen selalu dibakar. Inilah yang mengepulkan asap hingga malam ini berkabut di PTB Maros. Mungkin dan memang benar jika angin yang membawa asap kemari. Hingga asap terlihat dari setiap warna cahaya yang memancar ke udara memudarkan malam pada mata yang memandang ke langit dalam balik sinar temaram warna-warni lampu.

Puas atau tidak puas dengan jawabannya. Aku hanya bisa mengatakan, "Yah, Ibu benar". Lebih baik ku katakan demikian, sebelum benakku terus mengkhayal dalam pemikiran yang tidak masuk akal, namun dapat diterima oleh akal.

9.40 WITA, Senin 25 Maret 2013. Samad Dadrana

Terima kasih sudah berkunjung di Bassicor.blogspot.com

HPPMI Maros Komisariat Unhas PNUP Adakan Perekrutan Anggota baru 2013 di Pangkep

Sabtu 9 Februari 2013, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros komisariat Unhas Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mengadakan penerimaan anggota baru 2013. Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Regenerasi Kritis dan Intelektualitas dalam Bumi Merah Hitam Butta Salewangang” disatukan dalam satu rangkaian acara perekrutan yang diberi nama BACA 2013 (Basic Analisis Camp).

Kegiatan perekrutan anggota baru HPPMI Maros Komisariat Unhas PNUP, ini di ikuti oleh Mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar yang berasal dari Maros. Kegaiatan yang diikuti oleh 17 peserta yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 8 orang perempuan ini berlangsung sejak Sabtu, 9 Februari pukul 07.00 pagi s.d Ahad  10 Februari pukul 12.00 WITA. Berlangsung sukses.

Menurut Lukman Rais, ketua panitia BACA 2013 Mengatakan kesyukurannya dapat mengadakan kegiatan perekrutan anggota baru untuk penerus generasi HPPMI Maros Kom. Unhas PNUP berikutnya. “Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian dedikasi Pemuda Maros terhadap daerahnya lewat HPPMI”, tuturnya “Dengan adanya kegiatan ini, semoga saja dapat mejadi momentum untuk pemuda Maros dimana pun berada dan terkhususnya dapat menjadi motivasi bagi Pengurus HPPMI Maros Komisariat Unhas PNUP agar terus berkarya dengan membawa nama Maros” tambahnya.

****************


BACA 2013 yang di adakan di Pangkep, tepatnya di Desa Borimasunggu Kecamatan Labakkang Pangkep, berlangsung dalam nuansa alam yang sangat indah. Sabtu sore kala itu peserta serta para pengurus menyempatkan diri berkunjung ke Dermaga Labakkang Desa Maccini Baji. Sebuah tempat yang menjadi sarana rekreasi masyarakat setempat. Tiap sore tempat ini begitu ramai dipenuhi pengunjung dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa begitu larut dalam keindahan alam yang diberikan di Labakkang.

Labakkang Pangkep merupakan salah satu Kecamatan dengan penduduk yang sebagian besarnya berprofesi sebagai nelayan dan pembudidaya rumput laut dan ikan bandeng. Dari nelayan tangkap yang menghabiskan waktunya di laut ada juga beberapa di antaranya yang bekerja sebagai penangkap kepiting. Sedangkan, masyarakat yang berprofesi sebagai pembudidaya rumput laut yang sebagian besar berada di daerah dermaga mengumpulkan hasil panen rumput laut di pengumpul yang berada dekat dermaga kemudian hasil panen rumput laut ini dibawah ke Kima Makassar.


Peserta BACA HPPMI Maros Komisariat Unhas PNUP menyempatkan diri berfoto ria cetar bagai badai membahana. Motor lalu lalang menelusuri jalan dermaga dengan sedikit hembusan angin laut yang membawa kesejukan…. Sejenak ku berpikir… Hallah kayak sinetron saja.

Bagaimanapun dengan adanya kegiatan BACA ini dapat memberikan tenaga baru baik dari segi pemikiran juga lewat karya nyata sebagai wujud dedikasi Pemuda Maros terhadap daerahnya. Dengan adanya kegiatan ini saya pribadi berharap teman-teman penerus generasi HPPMI Maros Komisariat Unhas PNUP dapat menjadikan hal ini sebagai langkah awal dan juga modal semangat untuk memajukan dan mengharumkan Maros lewat darah yang mengalir dalam diri  pemuda pemudi HPPMI Maros Komisariat Unhas PNUP yang menjatidirikan dirinya sebagai orang Maros yang bangga dengan daerahnya dan senantiasa berkarya untuk daerahnya.

Maros haus akan pemuda yang kreatif dan inovatif. Sesuai yang diungkapkan salah seorang sahabat saya yang saya lupa namanya bahwa kemajuan suatu daerah dapat dilihat dari para pemuda pemudinya yang kreatif membangun daerahnya dengan penuh kesungguhan dan tanggungjawab menuju Maros yang lebih baik.

Terima kasih sudah berkunjung di Bassicor.blogspot.com